About


untuk mengenal saya, sebenarnya tidak terlalu penting, karena saya tergolong orang yg biasa tidak ada yg istimewa dibandingkan dengan orang lain yang punya banyak kelebihan, sebagai makhluq ciptaan Allah SWT. saya senantiasa berdo'a dan mengharap lebih baik untuk dunia dan akhirat. Amin. Insya Allah.
pendidikan? 
pernah kuliah di sekolah tinggi publisitik surabaya, 
sarjana Antropologi dari universitas airlangga surabaya.
batal melanjutkan jenjang berikutnya.
pekerjaan?
bekerja di bursa berjangka di jakarta,



Antropologi Bukan Hanya Digunakan Untuk Bekerja


Mohammad Chilmi
 (alumni angkatan 1985)
Kuliah di Antropologi UNAIR, senantiasa membawa kesan mendalam bagi diri saya. Dalam angkatan pertama, saya ini masuk paling awal dan lulus paling akhir. Namun hal itu tidak menjadi hambatan untuk menjadi sarjana antropologi. Meski belajarnya sempat tersendat-sendat, saya berhasil lulus. Walau lulus dengan nilai pas-pasan, saya pun tetap mampu menerapkan bekal ilmu antropologi yang saya peroleh di bangku kuliah.

Menurut saya, antropologi bukan hanya bisa digunakan di bidang pekerjaan, tapi juga dapat diterapkan dalam lingkungan dimana kita tinggal. Khususnya jika kita terlibat langsung dalam kepengurusan RT, RW, dll. Bekal antropologi akan lebih terasa manfaatnya, jika dilengkapi dengan pengalaman organisasi sebagai soft skill. Saat kuliah, saya bergabung dalam kepengurusan BPM (Senat Mahasiswa). Pengalaman ini yang kemudian membuat saya terlibat aktif sebagai Timses Pemilihan Presiden RI beberapa waktu lalu.

Saat ini, saya bekerja di bursa berjangka, memasuki dunia trading futures. Dalam dunia ini, diperlukan analisa secara fundamental atau teknikal. Secara fundamental, ada pengaruh antara berita-berita ekonomi, politik, sosial budaya di USA dengan kondisi bursa. Biasanya, informasi tersebut diperoleh dari beberapa analis dunia. Kemudian, hal ini dapat merembet pada posisi nilai tukar mata uang.

Dalam aktivitas marketing, sebenarnya ilmu antropologi juga dapat diterapkan. Misalnya, bagi tim marketing yang sedang mencari nasabah. Mereka bisa melakukan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana keseharian kelompok masyarakat yang memiliki harta lebih. Hal ini kemudian dapat dijadikan sebagai dasar pijakan untuk memburu calon nasabah. Sebagai contoh, tim marketing dapat melakukan pendekatan kepada pedagang permata atau berlian. Logikanya, konsumen mereka adalah orang yang berduit. Jika sudah memperoleh data, maka pihak marketing dapat segera memberikan penawaran terhadap calon nasabah.

Sebelumnya, saat masih bekerja di sebuah pabrik kulit, saya malah diberi lebih banyak ruang untuk menerapkan bekal antropologi yang saya miliki. Saya memiliki banyak kesempatan, khususnya saat bertugas memberikan pendidikan dan pelatihan kepada karyawan. Di antaranya, memberi pemahaman tentang kesehatan, keselamatan dan disiplin kerja.
chilmi-adr