Jumat, 18 Maret 2011

Persepsiku Tentang Sebuah Buku

Buku sebagai salah satu bahan bacaan juga sebagai barang koleksi, mempunyai banyak fungsi baik bagi para kutu buku atau para kolektor buku. Bung Karno adalah salah satu dari sekian banyak para penggemar akan buku, semasa menjalani pengasingan di Bengkulu pada tahun 1938-1942 buku-buku koleksi beliau sangat memprihatinkan dan hampir hancur dimakan usia, ada kurang lebih 335 judul buku. Buku-buku yang menjadi bacaan Bung Karno selama menjalani pengasingan tersebut terbagi dua bahasa yakni Bahasa Belanda dan Bahasa China, yang berbahasa Belanda pada umumnya tentang politik, tetapi yang berbahasa China tentang filsafat, kata pegawai honor Balai Pelestarian Peninggalan Sejarah Purbakala (BP3) yang berkantor di Jambi.

Bung Karno dari zaman masih muda sudah gemar membaca buku hal ini mungkin karena buku adalah “cendela dunia”, dan sebagai sumber inspirasi, dan bukan hanya Bung Karno, banyak orang pintar di dunia ini karena gemar membaca buku.

Buku ternyata bukan hanya sebagai bahan bacaan tetapi juga dipergunakan sebagai sarana membunuh, baik musuh, rekanan bisnis atau persaingan yang lainnya, entah mana yang benar? buku juga bisa menghacurkan pembacanya baik secara fisik maupun mental. Dengan buku pula manusia bisa terjerat dalam dunia fantasi. Banyak sekali buku yang beredar dan berisi tentang sosok seseorang tokoh baik untuk mempengaruhi atau mengharap sugesti dari pembacanya untuk bisa mengikuti sepak terjang para penulis.

Entah mana yang benar?

Yang pasti berita ditelevisi pada minggu ini, hanya karena sebuah buku bisa menelan korban, buku sudah dipergunakan sebagai sarana untuk mengirim bom. (paket bom melalui buku) bom sempat meledak dan melukai 6 orang, antara lain Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan, Satpam KBR 68H Mulyana dan seorang sekuriti lainnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Sutarman mengatakan jika pengiriman paket bom melalui buku, bukan modus baru. Sasaran pengirim bom adalah orang-orang yang gemar baca buku. “Modus ini tidak baru, karena dulu ada modus-modus yang sama, pengiriman dalam bentuk paket, paket lebaran, paket natal," kata Kapolda di Markas Polda Metro Jakarta kepada wartawan, Rabu (16/3/2011).

Apakah semua penggemar buku akan menjadi sasaran “Bom Buku”? atau benarkah para penggemar buku menjadi resah hanya karena akan menjadi salah satu sasaran pengiriman bom buku?

Judul Bukunya pun berfariasi, hal ini ternyata sesuai dengan siapa yang akan menerima bom buku tersebut, “Masih Adakah Pancasila” (Japto S Soerjosoemarno), “Mereka Harus Dibunuh” (Ulil Abshar Abdalla), "Mafia Narkoba di Kalangan Pejabat" (Kepala BNN Komjen Pol. Gories Mere), Sementara bom buku yang ditujukan ke Bos Republik Cinta Manajemen Ahmad Dhani berjudul "Yahudi Militan". Hal itu disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Sutarman saat ditemui wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (17/3/2011).

Kembali yang menjadi pertanyaan adalah: Apakah semua penggemar buku akan menjadi sasaran “Bom Buku” ? atau benarkah para penggemar buku menjadi resah hanya karena akan menjadi salah satu sasaran pengiriman bom buku?, Termasuk Bung Karno?, Apakah Ulil, Gories, Yapto dan Dhani adalah penggemar buku?

Indikasi munculnya bom buku sudah terdeteksi intelijen. Namun, intelijen belum tahu target sasarannya. "Sudah tahu (adanya bom buku). Cuma sasarannya belum tahu," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, kepada detikcom, Kamis (17/3/2011).

Entah mana yang benar?

Secara Antropologis, perilaku ini bukanlah sesuatu yang baru, masyarakat indonesia mempunyai banyak pola, ragam, perilaku budaya(menyimpang), persaingan, permusuhan, dendam adalah salah satu sebab akibat baik secara perorangan atau kelompok masyarakat, persaingan jabatan, persaingan bisnis, persaingan politis. Secara universal kebudayaan mempunyai banyak unsur yang memungkinkan hal tersebut bisa terjadi, baik secara positif maupun negatif hal ini tergantung dari mana mereka memandang. Kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat, hal ini juga tergantung dari wujud budaya tersebut.

Pemilihan kepala desa mungkin sebagai salah satu contoh dan sering terjadi didaerah-daerah pedesaan, persaingan/permusuhan antar calon saling teror antar pendukung, baik terjadi sebelum/sesudah pemilihan, dan hal ini sekarang diperluas dengan adanya pemilihan kepala daerah (pilkada). Konflik horizontal sering terjadi baik secara pribadi maupun kelompok. secara terang-terangan atau secara tersembunyi dengan menteror.

Entah mana yang benar?

Apakah “bom buku” merupakan implementasi dari salah satu unsur budaya yang ada di masyarakat kita, ataukah para pelaku salah menginterpretasikan wujud dari budaya yang ada?

Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya, sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat dan wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Entah mana yang benar?

Mungkin saya yang salah?

Atau saya salah menginterpretasikan tentang sebuah buku?

Buku bekas atau buku baru?

Yang pasti baru saja terjadi musibah dan menelan korban hanya karena buku!.