Senin, 07 Maret 2011

BUKU BEKAS SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF


"Buku anyar larang, buku bekas ilang." Begitulah ungkapan yang meluncur dari mulut, pedagang buku bekas di Jalan Semarang, Surabaya"

Bagi saya pribadi, buku bekaspun selama saya belum pernah membacanya atau memilikinya tetap saja berarti "buku baru". amat disayangkan kalau tempat penjualan buku bekas paling populer di Surabaya ini harus hilang /digusur. Kemana lagi harus mencari buku
"bekas tapi baru"?

Buku itu sumber ilmu, membaca sebagai kuncinya.
Sebuah buku mampu mengungkapkan sesuatu, menggambarkan seseorang dan menceritakan selaksa peristiwa dalam rangkaian sejarah kehidupan.

Buku merupakan jendela dunia yang bisa memberikan banyak pengetahuan, isnpirasi, dan pencerahan. Dengan membaca buku, kita bisa menjelajahi dunia, melahirkan karya bahkan mengubah peradaban.
Buku merupakan kepingan helaian kertas bertulis yang diikat menjadi satu unit. Dalam sains kepustakaan, buku dikenali sebagai monograf untuk membezakannya dengan terbitan bersiri yang lain seperti majalah dan akhbar. Pada lazimnya, buku hanya merujuk kepada buku yang diterbit dan bukan sebarang "kertas-kertas yang diikat".

Berbicara sejarah atau asal usul sebuah buku takkan habis kita bercerita
dan sangat panjang cerita sejarahnya,
namun tetap saja buku bekas sebagai sang primadona bagi para pelajar, mahasiswa, apalagi para kolektor buku2 kuno.