Jumat, 25 Maret 2011

DO'A UNTUK IBUKU




YA ALLAH, DI PAGI YANG INDAH INI KAMI SERAHKAN DIRI DAN SEGALA URUSAN KAMI KEPADA-MU KAMI HADAPKAN WAJAH KAMI KEPADA-MU SERAYA MENGHATURKAN SEGALA PUJI DAN SYUKUR KE HADIRAT-MU ATAS SEGALA NIKMAT YANG TELAH ENGKAU LIMPAHKAN KEPADA KAMI JANGAN JADIKAN KAMI UMAT YANG LUPA AKAN SELURUH NIKMAT-MU
YA ALLAH PADA PERINGATAN HARI IBU SA’AT INI KAMI TENGADAHKAN TANGAN KAMI MEMOHON KEPADAMU AMPUNILAH DOSA-DOSA IBU KAMI DOSA-DOSA KAMI YANG MUNGKIN TELAH SERING MEMBUAT HATI MEREKA SEDIH DAN KESAL
YA GHAFFAR, YA RAHIM ENGKAU TELAH MELETAKKAN KAMI DI DALAM RAHIM IBU ANAK NEGERI INDONESIA TERCINTA INI ENGKAU AMANAHI IBU KAMI AGAR SENANTIASA MEMBERI LINDUNGAN KASIH-SAYANG PADA KAMI ENGKAU PERCAYAKAN JIWA KAMI PADA BIMBINGAN RUHANI IBU ENGKAU HANGATKAN TUBUH KAMI DENGAN DEKAPAN CINTA IBU ENGKAU BESARKAN BADAN KAMI DENGAN ALIRAN AIR SUSU IBU
YA ALLAH YA JABBAR YA GHAFFAR ANUGERAHKAN KEPADA IBU KAMI KE’ARIFAN UNTUK MENDIDIK KAMI DALAM KESALEHAN BISIKKAN KEPADA IBU KAMI HIDAYAH DAN TAUFIK-MU AGAR IBU KAMI SENANTIASA MENJADI SURI TELADAN BAGI KAMI LIMPAHKAN KEPADA IBU KAMI PERLINDUNGAN-MU SUPAYA IBU KAMI DAPAT MELINDUNGI KAMI DENGAN KEADILAN-MU JAUHKAN IBU KAMI DARI KEMUNAFIKAN,, KUFUR NIKMAT DAN KEZALIMAN SEHINGGA MEREKA DAPAT MENGABDI KEPADAMU DENGAN IKHLASH, TENANG DAN TENTRAM
YA RABB BERILAH KAMI PELUANG UNTUK MENDEKAP TUBUH MEREKA DENGAN SENTUHAN KASIH SAYANG BERILAH KAMI KESEMPATAN UNTUK SELALU DEKAT DENGANMU DAN MENYAMPAIKAN DOA KAMI KEPADAMU UNTUK KESELAMATAN KESEJAHTERAAN DAN KEBAHAGIAAN IBU KAMI BANGUNKAN KAMI DI TENGAH MALAM UNTUK MEMANGGIL LIRIH NAMA-MU MENGADUKAN DERITA DAN PETAKA YANG MENIMPA IBU KAMI IZINKAN KAMI MEMBASAHI TEMPAT SUJUD KAMI DENGAN AIR MATA TAUBAT DAN PENYESALAN AKAN KHILAF DAN ALFA KAMI
YA RAHMAN YA RAHIM INDAHKAN KEHIDUPAN IBU DENGAN KESALEHAN KAMI PELIHARALAH ANAK-ANAK KAMI YANG KECIL SEHINGGA BISA MENJADI PELITA KEBAHAGIAAN MEREKA KUATKANLAH IBU KAMI YANG LEMAH SUCIKAN KALBU MEREKA BERSIHKAN DAN JAGA KEHORMATAN MEREKA SEHATKAN BADAN DAN INDAHKAN AKHLAK MEREKA GABUNGKANLAH MEREKA BERSAMA ORANG-ORANG YANG BERTAKWA KEPADA-MU YANG MENCINTAI NABI-MU KELUARGANYA YANG SUCI DAN SAHABATNYA YANG MULIA
YA ALLAH TERIMALAH DO’A DAN PERMOHONAN KAMI

Jumat, 18 Maret 2011

Persepsiku Tentang Sebuah Buku

Buku sebagai salah satu bahan bacaan juga sebagai barang koleksi, mempunyai banyak fungsi baik bagi para kutu buku atau para kolektor buku. Bung Karno adalah salah satu dari sekian banyak para penggemar akan buku, semasa menjalani pengasingan di Bengkulu pada tahun 1938-1942 buku-buku koleksi beliau sangat memprihatinkan dan hampir hancur dimakan usia, ada kurang lebih 335 judul buku. Buku-buku yang menjadi bacaan Bung Karno selama menjalani pengasingan tersebut terbagi dua bahasa yakni Bahasa Belanda dan Bahasa China, yang berbahasa Belanda pada umumnya tentang politik, tetapi yang berbahasa China tentang filsafat, kata pegawai honor Balai Pelestarian Peninggalan Sejarah Purbakala (BP3) yang berkantor di Jambi.

Bung Karno dari zaman masih muda sudah gemar membaca buku hal ini mungkin karena buku adalah “cendela dunia”, dan sebagai sumber inspirasi, dan bukan hanya Bung Karno, banyak orang pintar di dunia ini karena gemar membaca buku.

Buku ternyata bukan hanya sebagai bahan bacaan tetapi juga dipergunakan sebagai sarana membunuh, baik musuh, rekanan bisnis atau persaingan yang lainnya, entah mana yang benar? buku juga bisa menghacurkan pembacanya baik secara fisik maupun mental. Dengan buku pula manusia bisa terjerat dalam dunia fantasi. Banyak sekali buku yang beredar dan berisi tentang sosok seseorang tokoh baik untuk mempengaruhi atau mengharap sugesti dari pembacanya untuk bisa mengikuti sepak terjang para penulis.

Entah mana yang benar?

Yang pasti berita ditelevisi pada minggu ini, hanya karena sebuah buku bisa menelan korban, buku sudah dipergunakan sebagai sarana untuk mengirim bom. (paket bom melalui buku) bom sempat meledak dan melukai 6 orang, antara lain Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan, Satpam KBR 68H Mulyana dan seorang sekuriti lainnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Sutarman mengatakan jika pengiriman paket bom melalui buku, bukan modus baru. Sasaran pengirim bom adalah orang-orang yang gemar baca buku. “Modus ini tidak baru, karena dulu ada modus-modus yang sama, pengiriman dalam bentuk paket, paket lebaran, paket natal," kata Kapolda di Markas Polda Metro Jakarta kepada wartawan, Rabu (16/3/2011).

Apakah semua penggemar buku akan menjadi sasaran “Bom Buku”? atau benarkah para penggemar buku menjadi resah hanya karena akan menjadi salah satu sasaran pengiriman bom buku?

Judul Bukunya pun berfariasi, hal ini ternyata sesuai dengan siapa yang akan menerima bom buku tersebut, “Masih Adakah Pancasila” (Japto S Soerjosoemarno), “Mereka Harus Dibunuh” (Ulil Abshar Abdalla), "Mafia Narkoba di Kalangan Pejabat" (Kepala BNN Komjen Pol. Gories Mere), Sementara bom buku yang ditujukan ke Bos Republik Cinta Manajemen Ahmad Dhani berjudul "Yahudi Militan". Hal itu disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Sutarman saat ditemui wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (17/3/2011).

Kembali yang menjadi pertanyaan adalah: Apakah semua penggemar buku akan menjadi sasaran “Bom Buku” ? atau benarkah para penggemar buku menjadi resah hanya karena akan menjadi salah satu sasaran pengiriman bom buku?, Termasuk Bung Karno?, Apakah Ulil, Gories, Yapto dan Dhani adalah penggemar buku?

Indikasi munculnya bom buku sudah terdeteksi intelijen. Namun, intelijen belum tahu target sasarannya. "Sudah tahu (adanya bom buku). Cuma sasarannya belum tahu," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, kepada detikcom, Kamis (17/3/2011).

Entah mana yang benar?

Secara Antropologis, perilaku ini bukanlah sesuatu yang baru, masyarakat indonesia mempunyai banyak pola, ragam, perilaku budaya(menyimpang), persaingan, permusuhan, dendam adalah salah satu sebab akibat baik secara perorangan atau kelompok masyarakat, persaingan jabatan, persaingan bisnis, persaingan politis. Secara universal kebudayaan mempunyai banyak unsur yang memungkinkan hal tersebut bisa terjadi, baik secara positif maupun negatif hal ini tergantung dari mana mereka memandang. Kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat, hal ini juga tergantung dari wujud budaya tersebut.

Pemilihan kepala desa mungkin sebagai salah satu contoh dan sering terjadi didaerah-daerah pedesaan, persaingan/permusuhan antar calon saling teror antar pendukung, baik terjadi sebelum/sesudah pemilihan, dan hal ini sekarang diperluas dengan adanya pemilihan kepala daerah (pilkada). Konflik horizontal sering terjadi baik secara pribadi maupun kelompok. secara terang-terangan atau secara tersembunyi dengan menteror.

Entah mana yang benar?

Apakah “bom buku” merupakan implementasi dari salah satu unsur budaya yang ada di masyarakat kita, ataukah para pelaku salah menginterpretasikan wujud dari budaya yang ada?

Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya, sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat dan wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Entah mana yang benar?

Mungkin saya yang salah?

Atau saya salah menginterpretasikan tentang sebuah buku?

Buku bekas atau buku baru?

Yang pasti baru saja terjadi musibah dan menelan korban hanya karena buku!.


Senin, 14 Maret 2011

Antara IMAN dan SUGESTI

Antara IMAN dan SUGESTI,
Dalam proses penyembuhan dari penyakit,
peranan “OBAT dan CARA PENGOBATAN” 1/3 bagian.
Namun peranan “YAQIN” memiliki 2/3 bagian.
Ada 2 jenis keyakinan manusia:
1. YAQIN pada petunjuk Allah SWT. Dan Rasulnya, Al-Qur’an dan Sunnah. Adalah IMAN
2. YAQIN pada hasil pemikiran, perkiraan / uji coba adat kebiasaan manusia adalah SUGESTI

Senin, 07 Maret 2011

BUKU BEKAS SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF


"Buku anyar larang, buku bekas ilang." Begitulah ungkapan yang meluncur dari mulut, pedagang buku bekas di Jalan Semarang, Surabaya"

Bagi saya pribadi, buku bekaspun selama saya belum pernah membacanya atau memilikinya tetap saja berarti "buku baru". amat disayangkan kalau tempat penjualan buku bekas paling populer di Surabaya ini harus hilang /digusur. Kemana lagi harus mencari buku
"bekas tapi baru"?

Buku itu sumber ilmu, membaca sebagai kuncinya.
Sebuah buku mampu mengungkapkan sesuatu, menggambarkan seseorang dan menceritakan selaksa peristiwa dalam rangkaian sejarah kehidupan.

Buku merupakan jendela dunia yang bisa memberikan banyak pengetahuan, isnpirasi, dan pencerahan. Dengan membaca buku, kita bisa menjelajahi dunia, melahirkan karya bahkan mengubah peradaban.
Buku merupakan kepingan helaian kertas bertulis yang diikat menjadi satu unit. Dalam sains kepustakaan, buku dikenali sebagai monograf untuk membezakannya dengan terbitan bersiri yang lain seperti majalah dan akhbar. Pada lazimnya, buku hanya merujuk kepada buku yang diterbit dan bukan sebarang "kertas-kertas yang diikat".

Berbicara sejarah atau asal usul sebuah buku takkan habis kita bercerita
dan sangat panjang cerita sejarahnya,
namun tetap saja buku bekas sebagai sang primadona bagi para pelajar, mahasiswa, apalagi para kolektor buku2 kuno.